
When you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And you’ll finally see the truth
That a hero lies on you….~ Mariah Carey in Hero
Finally, after this hectic week passed by, I can breath for free.. hahhahaa..
Baru saja beresin meja belajar yang udah kayak kapal terkena badai, lumayan lega rasanya. Baru saja menyelesaikan sesuatu yang menjadi “TO” selama hampir 2 tahun ini. Capek, pastinya. Seminggu ini saya benar-benar kayak mesin, bergerak tanpa henti. Dan sudah seminggu ini pula Indonesia masih berada di kemalangan beruntun yang tampaknya belum berhenti. Sempat pula bersama teman-teman kampus disini bersatu hati menggalang dana, menyisihkan beberapa lembar won untuk mereka yang ditimpa kemalangan di Indonesia. Kami pun percaya, akan ada pelangi setelah hujan. Tanpa itu, bagaimana kami bisa mengucap syukur untuk hari-hari gersang yang baru terlewati? Just keep #prayforindonesia. Sudah lama rasanya kita hanya menyalahkan keadaan, merutuki soal moral dan azab yang seolah-olah ini tulah dari Sang Pencipta. Belajar untuk terus berpengharapan akan hal yang baik, mungkin akan jadi pembelajaran seumur hidup, sekolah yang tak pernah lulus kalau kata mereka.
Begitupula dengan saya. Mimpi saya masih ada, dan yang seharusnya saya lakukan adalah melakukan segala hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Ah, lagi-lagi tentang mimpi, jadi ingat saya sedari kecil sangat suka bermimpi. Mimpi buat saya sudah seperti kegemaran, saya sering menghabiskan hari-hari saya merangkai mimpi, entah itu tentang cita-cita atau masa muda. Saya pun sanggup mengkhayal masalah yang paling jauh sekalipun. Menjadi orang sukses dan bersekolah ke luar negeri. And finally, when dare a dream is not enough, you have to dare to make your dream come true. How??
Ketika impian jadi kenyataan, adalah saat kita bekerjasama dengan diri sendiri, menjadikannya partner terbaik untuk merealisasikannya ke kehidupan nyata. Saya masih yakin bahwa tidak sedikit koq orang-orang yang berpikir tetap optimis, setau saya kita hanya perlu mengubah mind-set diri, mereduksi aura negatif. Hidup yang sementara ini digunakan saja dengan sebaik-baiknya. Bukti penerimaan akan keadaan yang walau sesulit apapun itu akan memberikan kita banyak hikmat. Ah, ini sudah banyak tertulis di buku motivasi-motivasi hidup, atau di dengung2kan oleh sekalian motivator. Kalau saya bilang sih, diri kita ada spirit terbesar, motivator terbaik yang pernah ada. Kita mungkin hanya perlu menyakini apapun itu sebagai pilihan dari sendiri, berasal dari hati yang bersih. Hingga nanti, saat kita merasa bahwa kita seperti berjalan di luar kendali sendiri, kita akan tau langkah untuk memperbaikinya. Bersusah, apalagi berkeluh toh taka akan memberikan solusi yang nyata buat diri sendiri. *saya nulis apaan ini barusan, ah beginilah racauan orang yang sudah terlalu capek, sudah tak lagi sinkron.
Yang baru saya suratkan ini mungkin hanya akan jadi semacam catatan-catatan perjalanan hidup saya. Menuliskannya, membuat saya seperti merefleksikan seberapa besar pemahaman saya tentang hidup. Semoga saya bisa menemukan lampu sorot saya terkemudian, kemana hati dan pikiran saya ingin berpijak. Sementara saya akan terus bergerak menyelesaikan apa yang terhidang di depan saya. And the hero lies in me..!!!!,
*currently listening to In The Arms Of an Angel - Sarah McLaughlin