August 08, 2011

Minggu di bulan agustus...

by uLLy di 9:41 pm 0 komentar
Kembali nulis yang versi curhat edition, soalnya topik sepanjang masa tahun ini, saya deklarasikan saja malam ini.
Di beberapa bulan terakhir ini saya banyak mengalami kejadian yang penting dalam hidup saya.

Bagaimana menata hati saya akibat musibah pencurian yang terjadi, mengikuti sesi pencerahan dari kawan saya ga pernah bosen-bosennya beri semangat sampai-sampai saya bingung membedakan antara ikhlas dengan pasrah.(candaaaaa.. )
Bagaimana di minggu-minggu yang full kegiatan saya disiksa oleh berbagai emosi jiwa yang dengan sangat nyata tergambar dari muka yang semakin mengecil, *kalo saya sebut langs*ng, akan banyak cewek-cewek yang minta resep diet ke saya. Lol

Dan

Bagaimana saya bisa berterimakasih untuk umur yang tak lagi muda dan kesehatan sepanjang masa serta kerja keras yang tak pernah berhenti. And I was happy spending this weekend with watching Korean drama-tv , sleeping beauty and have a quality conversation with mr.W, what a day…!!!

Lemme tell u sumthin’

Beberapa minggu belakangan ini saya kangen berat dengan suasana Busan, for sure that I’ll go there for vacation someday. Dan kesemuanya bermuara pada om Noka yang tiba-tiba nelp saya dan mengatakan sedang ada di rumahnya di depok dan mengajak untuk menyiapkan waktu untuk jumpa fans.. huahhhaaa… rencana indah itu baru terwujud kamis kemaren, ngumpul bareng sama anak-anak perpika lainnya yang kebetulan sedang berlibur dan anak-anak exchange yang pernah tinggal di korea untuk beberapa waktu lamanya. Berhasil ngajak om Don juga, kenalan sama mas Ifa dan mas Riza, yang dari dulu cuma denger namanya doang, lol…

Jumat dan sepanjang malam hampir mendekati waktu sahur, masih teronggok dengan manis di meja rapat yang sempat memberikan efek ngantuk yang luar biasa. Demi STP yang lebih baik kata mereka, dan saya cuma manggut tanda setuju.

Sabtu, dan menghadiri acara pernikahannya Evan dan Anne… senang banget ngeliat mereka berdiri di podium sana. Evan ampe bengong pas liat penampakan saya, hahhaahaa… seandainya ada Hilda.. miss u much my romettt. To AnneVan--- happy marriage life, may God bless ur family, love everlasting each other.
Finally, ketemu sama tante Janti dan si cantik Shada, she’s really cute. Kesempatan juga nyubit-nyubitin si mr.W sambil nunjuk-nunjuk si cantik shada.. hahhaaa.. Dan ada mba Defri yang baru mendarat di Jakarta dan langsung meluncur ke venue, senang deh.

Minggu, tergeletak dengan sangat tidak terhormat di depan TV dan menonton seharian, dan berpura-pura lupa bahwa ada deadline yang menunggu senin pagi ini….

Dan sekarang….

Otak dipaksa melek sampai pagi untuk menyelesaikan semuanya… and thanks God, I love being alone in the dark, like this… aku dan malam, jiwa yang menyatu dalam hentakan detik demi detik.

June 14, 2011

up....

by uLLy di 2:14 pm 0 komentar
UP...

kalo yang aware di dunia per-blogging-an, kata ini ga akan asing lagi lah..
yup, UP merupakan salah satu brand shoe-online yang digawangi oleh Diana Rikasari -blogger jempolan yang sangat meng-inspirasi gw banget, muda-totalitas-punya pacar-kreatif dan kesemuanya mirip ama gw (batuk2 deh lo) cuma terakhir ajah yang gw blom yaitu "engaged" *halahhhhhhhh*

UP...

belakangan ini kata ini sangat membantu gw menghadapi situasi yang gw rasa sangat berat,pelik dan sulit.
memilih diantara kenyataan dan khayalan gw...
kadang emosi berderap-derap minta diluapkan,
kadang hanya tertawa miris kala hati tak sepenuhnya menerima.

UP...

gw udah, lo kapan???

March 14, 2011

Indonesia dan dua bulan yang membingungkan…

by uLLy di 1:34 pm 0 komentar


Dalam hitungan waktu, harusnya saya sedang mempersiapkan perlengkapan saya
menjelang wisuda esok hari.
Tapi apa daya, saya malah dihadapkan dengan segala ketidakpastian, keragu-raguan,
dan sebagian dari pepesan kosong tentang mimpi di negeri ini.
Saya tidak bisa bergabung dengan dua sahabat saya Hilda Park dan Byul Nim,
yang masing-masing akan merayakan pencapaian
masing-masing sebagai sarjana dan mahasiswa S2.
Selamat untuk mereka.

Kalo beberapa hari yang lalu saya menyampah di twitter,
yang katanya sesepuh di korea sana saya sedang mengalami kekecewaan yang mendalam,
saya katakan lebih jelas lagi: ini justru bentuk keprihatinan yang mendalam.

Kalau kata lelaki saya, banyak kali orang kita masih mengidap penyakit
: mental yang belum siap.
Belum siap secara terbuka menerima perubahan bahwa manusia mulai beralih
dari yang tadinya mengejar pencapaian kesuksesan dalam finansial,
kini belajar untuk menemukan “passion” + “purpose” = life
saya sedang mengejar passion saya itu.

Indonesia dan saya yang sedang kebingungan dengan kehidupan di negara ini,
ketidakmampuan saya membayangkan seperti apa negara ini 40 tahun yang akan datang,
bukan bagaimana negara ini 40 tahun yang lalu….
Ketidakmampuan saya menguraikan “beban sosial”
Yang mengukur suksesnya pencapaian hidup berdasarkan “angka materi” fantastis yang terkumpul

Saya hampir terjebak ditengah misi dan visi hidup saya
Membuat saya harus berhenti sebentar, menghela nafas dalam

Kata sahabat saya di kantor, “kamu orang yang ga pernah mau menyerah, Li”
Saat saya pernah berkesah, “saya ingin berehat sejenak, Nug!”
Ah, lagi-lagi saya diberi celah untuk mulai memanaskan mesin otak saya.

Kadang saya benci dengan paham idealis saya,
Terjebak mirip kisah John Rock-si penemu pil KB
Terjerumus gagasan “alami” tadi
Terdorong oleh hati nurani yang terdalam
Rasanya saya ingin kembali ke titik nol lagi
Menemukan kekuatan penuh untuk mewujudkan mimpi saya
Seperti dulu: di atas pesawat Korean Air, dini hari dalam penerbangan ke Busan

December 24, 2010

minggu terakhir tahun ini....

by uLLy di 5:48 pm 0 komentar

Nanti malam sudah malam natal rupanya. Waktu seakan berlari saja belakangan ini. Apalagi di dua hari yang lalu kami sukses pindah dari apartemen lantai enam kami yang berada diantara dua motel itu, dan nomaden untuk sementara waktu di apartemen lantai lima, yang letaknya tak jauh dari apartmen yang lama. Apa yang baru kami sadari adalah betapa kami belum sempat syukuran rumah baru itu, eh sekarang malah udah pindah lagi. Satu tahun, cepatnya. Ini pelajaran pertamanya.

Pelajaran kedua, adalah betapa tidak baiknya menimbun pakaian dan sepatu sampai membuat teman kamar saya sempoyongan. Bukan ribet karena harus mengepak barang-barang, tapi lebih ke ribet dalam membuang pakaian-pakaian yang kalo di perkirakan usia simpan pakaian tersebut lebih banyak dibanding usia pakainya. Iyah, rumet saya itu cenderung membeli apa saja yang kena di hatinya, bahkan sekali lewat atau lihat ditambah pula kondisi empat musim di negeri ini yang memaksa baju tak sempat dipakai karena musim sudah berganti. Tak seperti di Indonesia bukan? Beli satu, dan kita bisa pakai sepanjang tahun meski terang meski gelap, kita lalui bersama… dengan baju yang itu-itu tadi…. (mengutip lirik lagu puan Siti N, lol).

Pelajaran ketiga, adalah siapkan stamina dan fisik yang sehat, kenapa? karena kita memerlukan kemampuan otot—otot lengan dan kaki yang kuat untuk membopong koper giant dan berbagai perlengkapan lain, turun dari lantai enam dan kembali naik ke lantai lima. Itu sungguh-sungguh rruaarr biasaaa…. Kami sukses ga bisa tegak berjalan keesokan paginya.

Pelajaran keempat, adalah pereratlah tali perkawanan kita, kenapa? karena kita akan membutuhkan kawan-kawan kita yang besar-besar itu untuk membantu mengangkati barang kita dengan sogokan makan malam yang agak lumayan. Itu terbukti ampuh meringankan pusing kepala saat liat tumpukan barang-barang tadi, walau diselingi sindiran alangkah “banyaknya barang kalian ini….”, dan diucapkan berulang-ulang. Untuk ini silahkan abaikan saja *hahhaa.

Pelajaran kelima, di tempayt yang baru, berupayalah untuk menganggap bahwa kita sedang berlibur. Sehingga pikiran lebih jernih ketika terbangun esok pagi, walau agak kesal karena kebingungan nyari pakaian dalam di simpan dimana sangking semuanya terasa acak. Jangan membandingkan antara kondisi yang lama dengan yang baru, untuk apapun itu. Walau sesungguhnya kondisi ini jauh lebih sulit bahkan ketika membandingkan antara mantan dan pacar baru…*halahhh.

Pelajaran selanjutnya, adalah hentikan membeli apapun itu yang berbau “pengen” bukan karena “butuh”, karena disamping anda akan kehabisan ruang yang lapang berganti tumpukan barang-barang, dan juga jumlah tabungan anda ga akan pernah bertambah kalo terus-terusan duitnya dipakai untuk hal-hal yang berembel-embel “cute”, “must have”, “sale”. Hentikanlah!

Karena dirasa, usia akan bertambah dan kita butuh yang namanya hidup yang lebih mapan dan menetap, mulailah memikirkan ber-investasi daripada ber-shopping ria ditengah hidup yang semakin edyaann ini. Itu akan jauh lebih berdaya guna bukan? *ini bagian dari resolusi 2011 lah. Kan keren gitu, masih single, muda dan berkualitas berinvestasi di reksadana atau di logam mulia, misalnya. Hahhahaa…. *belajar kikir mulai tahun depan~~~ dikeplakk*

Dan terakhir, hanya ingin berbagi sapa dengan teman-teman yang saat ini merayakan Natal dimanapun berada, yang kondisinya terpisah dari orang tua dan keluarga untuk alasan apapun. Jangan berkecil hati yah, jangan bersedih, walau ini bakalan jadi malam natal ke-5 tanpa mereka, orang-orang yang saya cintai itu. Tapi saya percaya koq, tawa mereka, bahagia mereka dan doa mereka tak akan usai untuk saya begitupula dengan saya. Malam ini mari lewatkan dengan hati yang gembira, beria, bersuka, karena sesungguhnya hidup itu singkat bukan. Menjadi tua, dewasa dan bahagia. Sesimpel itu.

Satu hal lagi, di korea “merry Christmas” sudah bukan dianggap sebagai perayaan suatu agama tertentu. Semua orang akan berbagi sapa “happy merry x’mas” dan di setiap toko, jalan dan pusat2 perbelanjaan semuanya berhiaskan pernak-pernik natal. Indah. Jadi tak perlu jadi susah karena bulan desember identik dengan agama Kristen, karena sesungguhnya perbedaan itu tidak hanya belajar sampai tahap toleransi saja tetapi harus maju lagi ke tahap apresiasi. Agak sedih kalo ngomongin tentang kebebasan beragama di Indonesia yang walau pemerintah menerapkan konsep kebebasan beragama tapi tidak didukung oleh masyarakat yang mengerti tentang kebebasan yang sesungguhnya. Semoga perbedaan yang pernah diucapkan oleh Presiden Obama, ”universe in diversity” bisa kita pahami.

Selamat liburan satu hari di korea, and long-vacation in Indonesia. I will fly there, soon!!!
Merry X’mas all… keep ur passion, focus and ur responsibility. Siap-siaplah dengan resolusi di tahun 2011 nanti and make them to be a real one!!! Yiihhaaaaa….


December 18, 2010

ngabur...

by uLLy di 3:19 pm 0 komentar

Lama mendekam dalam ruang kerja yang ga hangat2 banget, bikin saya makin malas mikir apalagi nulis. Well, akhirnya dengan kemalasan dan kejenuhan itu, kemaren sore Bayu ngajakin ngabur ke Shinsegae, katanya mau window-shopping bareng Hilda. Damn!! Saya langsung menyanggupinya, kaburlah dari lab! Bagoooss.. perbuatan nista ini janganlah di baca oleh para mahasiswa yang hobi mangkal di lab, apalagi menirunya, dijamin bakalan di tendang dari lab sama juragan. Akhirnya dengan segala ke-cool-an dan ke-PD-an tingkat tinggi saya berhasil kabur dari lab di pukul 4.30pm, not too bad-lah. Tempat pertemuan rahasia kami *halah, adalah subway-station Pukyong-Kyungsung Univ. Soalnya sejalur kearah Shinsage. Agenda kami yang sudah disepakati adalah bersenang-senang saja. Di subway kami merhatiin ada anak kecil-cowok, mungkin umurnya sekitar 9 tahunan barangkali, berada di dekat pintu sendirian. Tadinya berpikiran tuh anak emang ga pengen duduk deket orang tuanya, eh ternyata kami salah besar. Si anak kecil itu emang sendirian dari stasiun yang sama dengan kami, terus dua stasiun sebelum Suyeong, masuklah seorang kakek. Dan anehnya, si kakek negur dia dan mereka bercakap-cakap dengan akrab. Tadinya aku mikir dia memmang janjian sama kakek-nya di salah stasiun, mungkin ini efek keterbatasan bahasa korea saya, sehingga ga bisa mengartikan percakapan mereka. Kemudian nyampe stasiun Suyeong si kakek keluar dan mungkin pindah jalur barangkali. Tinggallah si anak kecil cowok ini sendirian lagi. Pas ada bangku kosong, dia duduk dengan tenang dan kami terus memperhatikan. Ternyata dia turun di stasiun yang sama dengan kami, sempat kami bikin skenario yang lucu tentang si anak kecil itu. Anggapan kami dia itu akan kencan dengan pacarnya di Shinshage juga, karena dia tampaknya bersemangat sekali pas turun dari kereta. Kami malah beneran ngikutin dia sampe keluar dari stasiun. Dan sangking dia semangat sampe lari-lari, kami pun mengurungkan niat untuk mencium jejaknya, jadi kami sepakat saja bahwa dia sudah agak telat janjian sama pacarnya. *halah.

Moral kisah diatas mungkin mau menggambarkan betapa amannya kondisi per-transportasi-an di Busan. Dan betapa seorang anak kecil yang sudah bisa diajak mandiri dan menjaga diri sendiri, dan dia ga dibekali dengan selular juga loh. Padahal di korea ini, anak-anak kecil itu udah freak sama yang namanya selular, beri dia iPhone, maka dengan amat sangat berpengalaman dia akan utak-atik isinya. Anak kecil di korea emang sudah dilatih untuk menjadi pribadi yang mandiri. Sejak bayi, mungkin saat mereka sudah bisa jalan sendiri, orang tua ga akan pegang-pegang tangan anaknya. Mereka dikasih kebebasan untuk jalan kemana saja, dengan catatan bukan di tengah jalan loh. Kadang orang tuanya malah asyik baca-baca papan pengumuman di stasiun mungkin, si anak akan dibiarin muter-muter sekitar situ. Dan kadang, kalo anaknya udah jatuh sekalipun, orang tuanya hanya berhenti sebentar trus nungguin anaknya bangun lagi dan lari ngejar orang tuanya. Gileee. Jadi sampa dewasa pun kebiasaan seperti ini akan terus berlaku. Kemudian, mengenai si kakek tadi, kami sepakat bahwa orang tua korea sangat baik sama anak kecil. Mungkin budayanya sedikit berbeda sama kita orang Indonesia. Anak yang sudah menikah dan punya anak terus pasangan tersebut sangat sibuk sehingga urusan mengasuh anak diberikan ke orang tuanya atau mertuanya lagi. Kalo di korea, mungkin sebagian ada yang menerapkan hal ini. Tapi itu sedikit sepertinya. Bagi pasangan muda, hal itu sangat memalukan dan memberatkan orang tua maupun mertua mereka. Jadi sebegitu si anak sudah 1 tahun dan dirasa sehat, mereka akan segera masuk tempat pengasuhan yang kadang tersedia untuk 24 jam sekalipun. Kenapa? karena biaya hidup di korea itu tergolong tidak murah. Jadi, kalo sudah masuk tempat pengasuhan, kedua orang tua bisa bekerja penuh dan yang terpenting tidak memberatkan orang tua masing-masing. Jadi ga heran, kalo kita jalan-jalan ke pusat perbelanjaan atau katakanlah Busan Tower atau track-track hiking, kita akan melihat betapa banyaknya orang-orang tua berada disitu. Artinya mereka benar-benar menikmati yang namanya hari tua mereka. Tanpa ada kewajiban mengasuh anak dari anak mereka. Jadi kalo ketemu anak kecil, mereka akan sangat perhatian sekali.

Dan acara jalan-jalan kita dilamjutkan dengan dinner bareng. Ngobrol-ngobrol ga penting sambil liat-liat sekeliling. Iseng-iseng naik ke lantai bioskop, padahal kita ga punya agenda buat nonton hari ini. Berhubung Hilda dan Bayu udah nonton beberapa film yang baru rilis, jadinya kita Cuma punya pilihan “The Tourist”. Ituloh filmnya si ibu cantik Angelina Jolie dan Jhonny Deep. Pemutarannya jam 19.30 pm, sudahlah hajar deh. Nungguin waktu tayang, kami bersantailah di Kyobo, lalu ngubek-ngubek toko CD, siapa tau ada yang diskon. Sialnya ga ada pula, akhirnya nongkrongin music stationnya, dengerin “O holy night”, sambil liat lampu warna-warni di depan. Rasanya, aduh romantislah, hahhahaa. Kelamaan disana juga ga enak pula, berhubung kita ga beli apapun masalahnya. Lanjut deh mau nyari cemilan, tadinya mau beli ayam goreng 5 potong, tapi ternyata bayu murtad dan memilih ngemil makan eskrim Baskin-Robbins sampai saya pun akhirnya ikut terpengaruh. Dan Hilda milih caffeine dan membuat kita mojok di Starbuck-coffes sambil ngobrol-ngobrol ga penting lagi.

Karena waktu udah nunjukin seperti harapan kita maka kami bergegas membeli perlengkapan perang pop-corn dan minuman yang merupakan pasangannya. Kami mulai ngemil pop-corn segede gaban itu mulai dari pintu masuk. Alhasil, dua kali diriku nyampah disitu, pindah-pindah tempat pulak. Sampe ga enak sama petugasnya yang ngikuti kita sangking dia freak-banget sama kebersihan.. hahahha *ini mah kewajiban yah? –tepok jidat-. Jadi bisa dibayangkan pop-corn kita udah habis, padahal film belum nyampe sepertiga ceritanya..*sigh.

Tentang film “The Tourist”, bayangan sebelumnya adalah bakalan melihat adegan-adegan “seru”(baca: asyik masyuk) di film ini, seperti film-film Angelina Jolie sebelumnya. Ternyata saya salah besar. Adegan action-nya juga minim. Cuma puas dengan pengambilan latar Venice yang aduhai indah, memesona. Selebihnya, lumayan. Malah sempat agak ngantukan, sempet kesel karena ada dialog yang diucapkan dalam bahasa France. Pas pulangnya diajakin norebangan sama Hilda, berhubung udara dingin dan beranjak kemana-mana bikin menggigil, akhirnya saya memutuskan untuk balik ke lab. Menyibukkan diri diantara mesin pencari gugel dan situs2 pilihan saya. Kemudian pulang dengan damai.

Siang ini, mulai deg-degan nungguin kabar dari jurangan. Siapa tau ngajakin meeting seperti biasanya.. lagi-lagi..sigh!!!! *beneran, matekkk… ngebutlah bikin bahan meeting!!!

December 14, 2010

shed a tear..

by uLLy di 6:31 pm 0 komentar


Pernahkah merasakan suatu saat rasanya ingin menangis. Tanpa ada alasan, hanya ingin menangis. Saya mendapati dirinya akhir-akhir ini menangis untuk hal-hal indah yang barusan saya alami, untuk rasa syukur dan kesempurnaan alam yang Tuhan ciptakan, untuk rangkaian kehidupan yang sudah digariskan untuk saya jalani. Saya menangis karena diijinkan merasakan semua emosi jiwa ini, sendirian, dengan mandiri. Pernah berulangkali saya menyebutkan analogi hidup ibarat titik-titik yang kemudian merangkai? Saya semakin menyadari semua hakikat hidup itu.

Menangis juga katanya bikin awet muda. Nah loh, saya pun tak punya dasar ilmiahnya, yang pasti dengan menangis kita bisa mengembalikan mood, mengeluarkan racun karena seyogyanya air mata orang yang sedang stress itu mengandung racun, dan juga melegakan perasaan. Kapan saat saya menangis? Jujur saya paling suka nangis di perjalanan pulang dari lab menuju rumah saya. Malam-malam di sepanjang jalanan sepi. Saya membebaskan hati saya untuk meneriakkan apapun yang mengganjal, stress yang menekan, mood yang terkekang, kangen yang menyesakkan. Lega.

Kehidupan lab yang sangat tidak ber-perikemanusiaan juga kadang memaksa saya ingin menangis. Dan itu sukses saya lakukan di masa-masa penelitian thesis saya. Rasanya sangat memalukan, menangis di depan teman-teman lab yang sejatinya pun punya beban yang hampir sama dengan saya. Kadang malah akhirnya kita saling beradu tangis juga, mungkin merasa senasib sepenanggungan barangkali.

Jadi kalo rasa-rasanya ingin nangis, ingin melegakan perasaan, ingin mengeluarkan racun atau mau awet muda, mari menangis… trus liatin video ini juga.. dijamin ga bakalan nangis.. malah ngakak guling-guling mesti… hehehhehe…

Love u all, guys.. kadang-kadang saya juga nangis haru gitu liat banyaknya orang-orang muda Indonesia yang kreatif2 banget… Think positive, always.. Love that..!!!

 

relax-breathe-smile Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei