22 Feb 2012
06.00 AM
woke up a bit early, need for packing soon… Mikirin betapa banyaknya barang yang mesti dirapikan. Gosh… ini sungguh terlalu…
setelah melihat, menimbang, memikirkan hingga diputuskan untuk menggunakan koper terbesar yang saya punya, yg terakhir kali dipergunakan tahun lalu saat pulang dari Korea… kereeeennn..
After packing, beberes rumah dan printilan yang mesti di perhatikan dengan seksama, semisal mesti mengenyangkan ikan-ikan kesayangan saya, membayangkan mereka butuh asupan makanan yang cukup untuk puasa selama empat hari kedepan.. semoga ga sampe setahun yah ikan2 ku…
09.30 am
bersiap ngelayap ke Penvil… bagosss banget kelakuan gw yah… masih ajah penasaran kali-kali ajah nemu barang diskkon yang bisa di bawa pulang…. *devil-laugh… hahhahaa
dan ternyata, sungguh menemukan hasrat hati setelah berputar-putar selama hampir 5 jam dan sukses menguras isi ATM, langsung insaf dengan berinisiatif pulang segera.
14.00 pm
ternyata si mas udah nungguin di rumah, yesss….perbuatan sungguh terpuji sore ini.. hahhaa.
Isi kepala dengan intuisi sedari malam sudah berkecamuk tentang jam keberangkatan. Saya kekeeeuuhh ingatnya berangkat jam 20.00pm… dan ternyata sosodara, intuisi kadang jangan pernah diabaikan, karena di detik terakhir ninggalin rumah saya ngecek jadwal penerbangan 19.30pm… Gossshh.. ini sudah 16.05 pm dan saya masih dirundung hujan yang sepertinya enggan untuk berakhir.
Dengan segenap kekuatan dan ketakutan yang datang bersamaan, serta menanggung beban koper yang sungguh amat membuat teraniaya, tidak hanya penupang tetapi juga supir yang mengendarai sepeda motor yang besarnya tak seberapa itu.
Kita ngebut ke terminal DAMRI, dan yang ditakutkan ternyata kenyataan…. si DAMRI idaman hati ternyata sudah berangkat 15 menit-an yang lalu sedang yang selanjutnya masihhhhh di jalan yang ga tau posisi terakhir dimana.. GPS manaaaa.. manaaaa…
16.30 pm
si mas ngebut ngejar si DAMRI dengan harapan bisa nyegat dimana gitu. Kita sungguh tak mampu, hanya bisa melihat punggung bus yang merangkak memasuki tol dalam kota…nyarissss….
Taksi… itu pilihan terakhirrr… dan hampir putus asa-lah saya, ketika hampir semua taksi yang berada di sekitaran pancoran-reserved.. apaaaahhhhhhh??? @#@$@%...
Ditengah keputus asaan yang masih ter-toleransi itu, saya melihat ada taksi yang ga jelas namanya tapi ada stiker “Bandara”. Siap2 dicegat, tapi didahului sama dua wanita muda yang ternyata ada di sebelah kanan saya. Saat itu, saya hanya berbisik “semoga mereka ga jadi naik”… dan ternyata yessss… pas supir ternyata memang mau balik ke bandara….. dan saya masukkk..
Berada di dalam taksi, sungguh nyaris membuat saya komat-kamit baca doa yang entah sungguhan atau karena paniK. Terpujilah Tuhan yang merancangkan yang baik untuk hambanya yang hina-dina ini, karena pak supir sungguh sangat tulus dalam mengendara..halahhhh! Tapi sungguh sore lagi-lagi saya ditunjukkan pelajaran hidup: ceritanya si bapak supir ini baru saja mengantarkan tamu-nya dari bandara menuju hotel Kaisar. Situasi perjalanan dari Bandara-Kaisar benar-benar sekarat banget dari hujan-banjir-sampe macet. Sesampai di Kaisar, sungguh malang tak dapat ditolak, pak supir malah di”kebiri” ongkos taksinya oleh si tamu. Tamu keukeuh untuk hanya bayar Rp. 120.000,- dari Rp. 150.000,- dari charge taksi. Gileee yah, baru tau ada mahluk yang setega itu. Kalau memang ga mampu bayar taksi, yah monggo jangan naik taksi, kayak saya ajah langsung tau diri nyari DAMRI, selesai!. Namun, rejeki ga akan pernah tertukar-sungguh. Dalam kondisi seperti itu, pak supir malah langsung “nemu” saya yang clingak-clinguk panik nyari taksi. Thanks God, sudah mengajarkan saya sedikit demi sedikit tentang hidup dan kehidupan.
18.00 PM
Akhirnya nyampe di bandara dan menemukan “cukup” banyak penumpang pesawat yang mesti kecewa-marah-bahkan ngamuk karena tiket sudah hangus. Nasib pakai armada kelas ekonomi yah begini ini, tak bisa “claim”, mateeekkkkkk..
21.00 pm
Lagi-lagi pencobaan datang. Gimana engga, delay-nya ampe 2 jam boo’…
23.30 PM
Finally landed at MES…. seneng banget ada di pulau kelahiran lagi. Bagoooossss, perjalanan masih ada 3 jam lagi ke “home sweet home.” Pekerjaan selanjutnya adalah menjadi “navigator” selama perjalanan medan-siantar, ga tega kalo bokap nyetir sendirian dan bengong… hehhehee
03.30 PM
Mendarat di tempat tidur dengan nyenyak. Liburan ini sungguh perlu dinikmati dengan semena-mena. hahhahahaaa….
Have a wonderful year....
PS: Next post is about "2013-wanna be"
Love,
-uLLy-
January 08, 2013
December 07, 2012
Selfnote-part I
Padang, 07 Desember 2012.
I expect a lot of people
Pagi ini saya sedang berlari mengejar penerbangan paling awal ke Padang. Pagi yang membuat saya mengantuk sangat terlalu. Betapa tidak, minggu-minggu terakhir ini saya dijejali dengan deadline-jadwal ngajar-praktek-sampai proyek akhir tahun yang semuanya minta diladeni tepat waktu. Belum lagi weekend kemaren harus dilewatkan di kota sejuta empek-empek Palembang, hanya sekedar untuk menghadiri hari bahagia abang sepupu saya. Moment kumpul keluarga yang mungkin sudah hampir punah, sejak ritual “pulang kampung” tidak lagi menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Taadddaaa…. what a life!
Weekend ini mesti dihabiskan di Kota yang terkenal akan Jam Gadang-nya. Well, memang ini bukan travelling for pleasure seperti orang kebanyakan yang punya sisa untuk dipakai liburan dari satu tempat ke tempat lain. Bagi saya ini jauh dari pleasure, ini experience, jangan tanya kenapa? saya jawab “priceless…” Begitu juga dengan hidup yang saya jalani. Semua on the track-nya Tuhan, BUKAN saya. Sungguh ini berkat yang tidak ada henti-hentinya. Saya ketemu dengan banyak orang, mengenal lebih banyak karakter-bentukan pribadi yang beragam-macam, menata kehidupan emotional dan spiritual saya dan mencoba melakukan apa yang saya bisa, semampunya; sekuatnya; se-ikhlasnya.
Hari ini saya kembali diingatkan bahwa segala sesuatu terjadi bukan karena kebetulan tapi karena ada alasan kenapa itu bisa/harus terjadi. Saya menikmatinya. Teman saya pernah bilang: “Apa ga capek mesti complaining tentang banyak hal??”. Saya sambil nyengir suka ngasal: “Mesti ada bedanya orang yang sudah baca buku banyak, pergi ke banyak tempat, ketemu banyak orang, dan sudah makin berumur seperti ini, masih juga ga bisa menyatakan mana yang benar-mana yang salah, atau mana yang nyari masalah, itu namanya kebangetan!!” Saya pernah baca salah satu tulisan Bung Dahlan Iskan yang menurutnya manusia itu sebenarnya sudah dibakali dengan “otak” yang mestinya bisa membantunya untuk mengembangkan kualitas diri, bukan malah menyimpan potensi otak. Try many things, You’ll find the answers.
Tahun ini saya sedang mengerjakan proyek bersama seorang konsultan. Garis bawahi yah, saa pendamping saja. Mesti nemenin kemana ajah beliau pergi, meladeni komplen beliau tentang banyak hal, memutar otak untuk bisa mulai merasakan satu persatu dunia baru ini. Konsultan-seorang profesional,perfeksionis dan berselera. Gila yah, seorang abdi negara mesti mengikuti ritme yang begitu amat menuntut, mendikte bahkan sesekali mencela bila saya melakukan aksi-aksi tolol bin konyol. Saya menikmati (lagi).
Satu hal yang bisa saya ambil dari perjalanan setahun yang penuh pengalaman ini adalah : belajar dari orang. Manusia adalah objek paling tepat sebagai tempat belajar. Saya mengerti banyak, meski perlahan. Hari ini, mungkin last destination kami untuk tahun ini. Saya ga tau tahun depan pengalaman apa lagi yang Tuhan sudah rencanakan buat saya. Mudah-mudahan "rencana menikah" ini bisa di acc yah Tuhan. Saya menunggu last call dari Tuhan, sama seperti crew yang mulai memanggil2 nomor penerbangan kami menuju Padang pagi ini.
To be continued,.. Love, -uLLy-
I expect a lot of people
Pagi ini saya sedang berlari mengejar penerbangan paling awal ke Padang. Pagi yang membuat saya mengantuk sangat terlalu. Betapa tidak, minggu-minggu terakhir ini saya dijejali dengan deadline-jadwal ngajar-praktek-sampai proyek akhir tahun yang semuanya minta diladeni tepat waktu. Belum lagi weekend kemaren harus dilewatkan di kota sejuta empek-empek Palembang, hanya sekedar untuk menghadiri hari bahagia abang sepupu saya. Moment kumpul keluarga yang mungkin sudah hampir punah, sejak ritual “pulang kampung” tidak lagi menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Taadddaaa…. what a life!
Weekend ini mesti dihabiskan di Kota yang terkenal akan Jam Gadang-nya. Well, memang ini bukan travelling for pleasure seperti orang kebanyakan yang punya sisa untuk dipakai liburan dari satu tempat ke tempat lain. Bagi saya ini jauh dari pleasure, ini experience, jangan tanya kenapa? saya jawab “priceless…” Begitu juga dengan hidup yang saya jalani. Semua on the track-nya Tuhan, BUKAN saya. Sungguh ini berkat yang tidak ada henti-hentinya. Saya ketemu dengan banyak orang, mengenal lebih banyak karakter-bentukan pribadi yang beragam-macam, menata kehidupan emotional dan spiritual saya dan mencoba melakukan apa yang saya bisa, semampunya; sekuatnya; se-ikhlasnya.
Hari ini saya kembali diingatkan bahwa segala sesuatu terjadi bukan karena kebetulan tapi karena ada alasan kenapa itu bisa/harus terjadi. Saya menikmatinya. Teman saya pernah bilang: “Apa ga capek mesti complaining tentang banyak hal??”. Saya sambil nyengir suka ngasal: “Mesti ada bedanya orang yang sudah baca buku banyak, pergi ke banyak tempat, ketemu banyak orang, dan sudah makin berumur seperti ini, masih juga ga bisa menyatakan mana yang benar-mana yang salah, atau mana yang nyari masalah, itu namanya kebangetan!!” Saya pernah baca salah satu tulisan Bung Dahlan Iskan yang menurutnya manusia itu sebenarnya sudah dibakali dengan “otak” yang mestinya bisa membantunya untuk mengembangkan kualitas diri, bukan malah menyimpan potensi otak. Try many things, You’ll find the answers.
Tahun ini saya sedang mengerjakan proyek bersama seorang konsultan. Garis bawahi yah, saa pendamping saja. Mesti nemenin kemana ajah beliau pergi, meladeni komplen beliau tentang banyak hal, memutar otak untuk bisa mulai merasakan satu persatu dunia baru ini. Konsultan-seorang profesional,perfeksionis dan berselera. Gila yah, seorang abdi negara mesti mengikuti ritme yang begitu amat menuntut, mendikte bahkan sesekali mencela bila saya melakukan aksi-aksi tolol bin konyol. Saya menikmati (lagi).
Satu hal yang bisa saya ambil dari perjalanan setahun yang penuh pengalaman ini adalah : belajar dari orang. Manusia adalah objek paling tepat sebagai tempat belajar. Saya mengerti banyak, meski perlahan. Hari ini, mungkin last destination kami untuk tahun ini. Saya ga tau tahun depan pengalaman apa lagi yang Tuhan sudah rencanakan buat saya. Mudah-mudahan "rencana menikah" ini bisa di acc yah Tuhan. Saya menunggu last call dari Tuhan, sama seperti crew yang mulai memanggil2 nomor penerbangan kami menuju Padang pagi ini.
To be continued,.. Love, -uLLy-
Categories
life isn't a suck,
me time...
July 03, 2012
Lets Wakatobi's Wow You...
PS: Cerita yang tertunda sekian bulan di draft laptop saya.
lega, akhirnya di-publish juga.. lol
Sabtu- 25 November 2011
06.00 WIB
Bangun kesiangan, wajar dunk yah, namanya juga weekend, hari leyeh-leyeh sedunia. Abaikan alarm yang sedari subuh meraung-raung di telinga sebelah kiri. Thankyouverymuch, to my dark-bedroom, karena saya hanya bisa tidur nyenyak dengan lampu padam. Kamar sebelah udah berkrasak-krusuk sepertinya. Dan kesadaran menyergap saya tak kala melirik dengan terpaksa ke arah jam tangan yang nangkring di meja samping tempat tidur. Dammmnn.. almost 6 am dan saya udah janji untuk menghadari acara “pasar rakyat dan festival pindang nusantara”. Antre kamar mandi karena semua penghuni juga turut berpartisipasi.
Berangkat 07.15 am, sambil monyong-monyongin bibir karena udah di buru-buru berangkat ke acara yang pembukaannya jam 10-am dan lokasinya “cuma” di Pancoran ujung sono… which is bisa ditempuh di hari weekend sedunia ini dengan tak kurang 20 menit saja…huffff… *nasib kacung kampret yah kayak gini ini.. ok, disinilah kami terdampar nungguin Pak Menteri hanya untuk beberapa snap-shot yang itupun banyakan nge-blur-nya daripada benernya, karena bersikut-sikutan dengan photographer dadakan ala SLR dengan segala merek, oh yah, paling parah kalo harus saingan dengan Ipad yang segede gaban menghalangi bidikan kamera… cihhhh.. *nasib orang yang ga mampu beli Ipad yah begini ini, bisanya Cuma complain… (perkenalkan saya, uLLy- miss complaint-nya STP, tinggal nunggu malam penobatannya ajah ini)… parahhhhh… pulangnya udah siang hari, ya ialah, kali gitu mau ampe sore, saingan ama satpam gitu kale? Hahahhaha, dan nasib perjalanan Wakatobi masih menunggu confirmasi keberangkatan, karena jadwal yang maju-mundur-geser kanan-geser kiri karena tiket yang ga dapet2. Gini nih nasib kalo niat ngabisin duit rakyat jelata, harga tiket udah ga pake nanya lagi, yang penting, “SENIN UDAH DI WAKATOBI, TITIK” bos gw meng-ultimatum di seberang sana. Gw jawab seperti biasa :”SIAP BOS…“
Finally, kami harus pasrah, apalagi saya untuk ga bisa menikmati minggu-weekend saya di tempat tidur yang spreinya-baru sanya ganti dengan motif bunga-bunga warna ungu… Tadddaaa … silahkan dilepeh kalo ga! Akhirnya yang ngurusin tiket adalah BOS alias pimpro Event ini, bisa ajah dia nemu tiket dengan perjalanan super panjang yang transitnya super banyak hanya untuk sampai tempat yang senyata-nyatanya masih ada di peta Indonesia itu. Thankyouverymuch, sir !!
05.00 pm
Terdampar di kereta ekonomi AC jurusan Jakarta-Kota. Demi menjalankan amanat, ambil SPPD di satpam GMB 3. What????? Ngenes banget nasib gw yah, udah lah ga bisa bawa motor, ditambah lagi pacar yang i-am-so busy-right-now itu Cuma bisa bilang :”naik kereta ajah turun di Gambir”. –itu juga anak SD juga tau kaleeee -. Ngapain juga gw turun di Sarinah, eh salah yah, emang rute busway. Akhirnya dengan keteguhan hati bahwa saya adalah “alpha-wife-wanna-be”, maka saya mengabaikan pacar saya yang –i-am-so-busy-right-now itu dengan segala keegoisannya. Yesss… gw ga perlu memelas demi untuk ditemani, karena saya punya misi terselubung soalnya, hahhaaa.. apa itu sodara-sodara.. iyah, silahkan lepeh lagi dah, karena saya udah meniatkan untuk shopping dulu sampe kaki pegel di Plangi.
07.00 pm
Di Plangi sambil merasa tak berdosa berada diantara orang-orang yang bejejalan demi dapetin sepatu yang di sale-ampe 70%. Ok for shopping-addicted ini, sebenarnya tujuannya bukan pure menjebol ATM tapi bagi saya ini seperti therapy untuk mengenal diri gw. Mengenal maunya diri gw, menentukan pilihan atas sesuatu yang saya kehendaki atas dasar sober-se-sobernya. Halahhh. Saya sebenarnya bukan penggila belanja sejati. Setelah melewati masa-masa kontemplasi yang panjang, akhirnya saya paham “belanja adalah ajang untuk belajar dari orang asing”. Saya lebih suka memperhatikan pembeli yang sedang memilih-milah pakaian, ekspresi waktu mereka kegirangan menemukan ukuran sepatu yang pas dengan yang diidamkan dan kantong dan ekspressi kekalutan waktu berebut barang diskon. Rasanyanya lucu ajah. Dan pacar saya yang ga seberapa itu, ga pernah bisa menerima sanggahan yang ini.
09.00 pm -11.00 pm
Nongkrongin busway yang udah last-minute emang bikin bête sebete-betenya. Ampun deh.. udah lah gw sedang fishy-smell, karena keajaiban gw sebelum keluar rumah menyiangi ikan tongkol dan cumi yang baru di beli di festival pindang nusantara itu. Dengan merasa tak bersalah dengan orang-orang samping kiri-kanan yang merasa agak kebauan kayaknya… Hahhahaa… padahal tadi pas nyiangin ikan, gw udah sangat hati-hati dan mencuci tangan gw secermat-cermatnya. Bodo amat dahhh.. Akhirnya, teronggok nungguin busway yang sungguh sangat tidak terpuji management-nya mengantarkan saya kea rah ragunan dan syukurlah mampu merebut satu kursi untuk langsung tidur-tidur ayam. Dan, saya yang ga pernah kelewatan meski sudah ngantuk berat dan ketiduran, bener-bener apes malam itu, saya sampe ke halte “Deptan”. Bagooosss banget kelakuan gw yah?? Naik taksilah, nyampe jam 11.00 pm.
00.00 am
Apa??? Gw mesti packing dan kesetanan ngumpulin printilan-printilan gw. Dasar emang gw yah, kelakuannya ga pernah normal, udah tau mau berangkat pagi ke bandara, sempat2nya menggila di mall, -“kill me then”kalo gitu. hahhahaa…...
Minggu, 27 November 2011
01.0 am -03.00 am
oh God, saya masih sadar sesadar-nya bahwa saya menggila dengan novel “ANTOLOGI RASA” nya anjissss… keren banget ini. Bikin saya, meyakinkan diri, besok saya bisa bangun pagi koq.
06.00 am
Saya baru bangunnnnnnnn.. dan lompat [lagi] dari tempat tidur. Jadwal saya adalah mandiin ikan-ikan saya, beresin kamar yang udah kayak kapal pecah dan nyuci baju. Bagusssss, dan semua harus diberesin dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
10.00 am
terdampar di gate 2 bandara Soetta sambil terkantuk-kantuk dan tetap menggenggam novel yang hampir---hampir ending…sambil deg-degan gimana gitu…. finally… terbang…
Take off-landing-take off-landing… thankyouverymuch pak kepala suku… tepar karena rute penerbangan yang ruuaarrr biasa banget setelah Surabaya-makassar-kendari dan finally wakatobi… jet-lag bossss
let’s WAKATOBIIIIIII’s wowww you………. finally, I’ve been there…yippppieee..
gw sodorin foto2nya ajah yah, biar ga diomong HOAX…lol..
Sabtu- 25 November 2011
06.00 WIB
Bangun kesiangan, wajar dunk yah, namanya juga weekend, hari leyeh-leyeh sedunia. Abaikan alarm yang sedari subuh meraung-raung di telinga sebelah kiri. Thankyouverymuch, to my dark-bedroom, karena saya hanya bisa tidur nyenyak dengan lampu padam. Kamar sebelah udah berkrasak-krusuk sepertinya. Dan kesadaran menyergap saya tak kala melirik dengan terpaksa ke arah jam tangan yang nangkring di meja samping tempat tidur. Dammmnn.. almost 6 am dan saya udah janji untuk menghadari acara “pasar rakyat dan festival pindang nusantara”. Antre kamar mandi karena semua penghuni juga turut berpartisipasi.
Berangkat 07.15 am, sambil monyong-monyongin bibir karena udah di buru-buru berangkat ke acara yang pembukaannya jam 10-am dan lokasinya “cuma” di Pancoran ujung sono… which is bisa ditempuh di hari weekend sedunia ini dengan tak kurang 20 menit saja…huffff… *nasib kacung kampret yah kayak gini ini.. ok, disinilah kami terdampar nungguin Pak Menteri hanya untuk beberapa snap-shot yang itupun banyakan nge-blur-nya daripada benernya, karena bersikut-sikutan dengan photographer dadakan ala SLR dengan segala merek, oh yah, paling parah kalo harus saingan dengan Ipad yang segede gaban menghalangi bidikan kamera… cihhhh.. *nasib orang yang ga mampu beli Ipad yah begini ini, bisanya Cuma complain… (perkenalkan saya, uLLy- miss complaint-nya STP, tinggal nunggu malam penobatannya ajah ini)… parahhhhh… pulangnya udah siang hari, ya ialah, kali gitu mau ampe sore, saingan ama satpam gitu kale? Hahahhaha, dan nasib perjalanan Wakatobi masih menunggu confirmasi keberangkatan, karena jadwal yang maju-mundur-geser kanan-geser kiri karena tiket yang ga dapet2. Gini nih nasib kalo niat ngabisin duit rakyat jelata, harga tiket udah ga pake nanya lagi, yang penting, “SENIN UDAH DI WAKATOBI, TITIK” bos gw meng-ultimatum di seberang sana. Gw jawab seperti biasa :”SIAP BOS…“
Finally, kami harus pasrah, apalagi saya untuk ga bisa menikmati minggu-weekend saya di tempat tidur yang spreinya-baru sanya ganti dengan motif bunga-bunga warna ungu… Tadddaaa … silahkan dilepeh kalo ga! Akhirnya yang ngurusin tiket adalah BOS alias pimpro Event ini, bisa ajah dia nemu tiket dengan perjalanan super panjang yang transitnya super banyak hanya untuk sampai tempat yang senyata-nyatanya masih ada di peta Indonesia itu. Thankyouverymuch, sir !!
05.00 pm
Terdampar di kereta ekonomi AC jurusan Jakarta-Kota. Demi menjalankan amanat, ambil SPPD di satpam GMB 3. What????? Ngenes banget nasib gw yah, udah lah ga bisa bawa motor, ditambah lagi pacar yang i-am-so busy-right-now itu Cuma bisa bilang :”naik kereta ajah turun di Gambir”. –itu juga anak SD juga tau kaleeee -. Ngapain juga gw turun di Sarinah, eh salah yah, emang rute busway. Akhirnya dengan keteguhan hati bahwa saya adalah “alpha-wife-wanna-be”, maka saya mengabaikan pacar saya yang –i-am-so-busy-right-now itu dengan segala keegoisannya. Yesss… gw ga perlu memelas demi untuk ditemani, karena saya punya misi terselubung soalnya, hahhaaa.. apa itu sodara-sodara.. iyah, silahkan lepeh lagi dah, karena saya udah meniatkan untuk shopping dulu sampe kaki pegel di Plangi.
07.00 pm
Di Plangi sambil merasa tak berdosa berada diantara orang-orang yang bejejalan demi dapetin sepatu yang di sale-ampe 70%. Ok for shopping-addicted ini, sebenarnya tujuannya bukan pure menjebol ATM tapi bagi saya ini seperti therapy untuk mengenal diri gw. Mengenal maunya diri gw, menentukan pilihan atas sesuatu yang saya kehendaki atas dasar sober-se-sobernya. Halahhh. Saya sebenarnya bukan penggila belanja sejati. Setelah melewati masa-masa kontemplasi yang panjang, akhirnya saya paham “belanja adalah ajang untuk belajar dari orang asing”. Saya lebih suka memperhatikan pembeli yang sedang memilih-milah pakaian, ekspresi waktu mereka kegirangan menemukan ukuran sepatu yang pas dengan yang diidamkan dan kantong dan ekspressi kekalutan waktu berebut barang diskon. Rasanyanya lucu ajah. Dan pacar saya yang ga seberapa itu, ga pernah bisa menerima sanggahan yang ini.
09.00 pm -11.00 pm
Nongkrongin busway yang udah last-minute emang bikin bête sebete-betenya. Ampun deh.. udah lah gw sedang fishy-smell, karena keajaiban gw sebelum keluar rumah menyiangi ikan tongkol dan cumi yang baru di beli di festival pindang nusantara itu. Dengan merasa tak bersalah dengan orang-orang samping kiri-kanan yang merasa agak kebauan kayaknya… Hahhahaa… padahal tadi pas nyiangin ikan, gw udah sangat hati-hati dan mencuci tangan gw secermat-cermatnya. Bodo amat dahhh.. Akhirnya, teronggok nungguin busway yang sungguh sangat tidak terpuji management-nya mengantarkan saya kea rah ragunan dan syukurlah mampu merebut satu kursi untuk langsung tidur-tidur ayam. Dan, saya yang ga pernah kelewatan meski sudah ngantuk berat dan ketiduran, bener-bener apes malam itu, saya sampe ke halte “Deptan”. Bagooosss banget kelakuan gw yah?? Naik taksilah, nyampe jam 11.00 pm.
00.00 am
Apa??? Gw mesti packing dan kesetanan ngumpulin printilan-printilan gw. Dasar emang gw yah, kelakuannya ga pernah normal, udah tau mau berangkat pagi ke bandara, sempat2nya menggila di mall, -“kill me then”kalo gitu. hahhahaa…...
Minggu, 27 November 2011
01.0 am -03.00 am
oh God, saya masih sadar sesadar-nya bahwa saya menggila dengan novel “ANTOLOGI RASA” nya anjissss… keren banget ini. Bikin saya, meyakinkan diri, besok saya bisa bangun pagi koq.
06.00 am
Saya baru bangunnnnnnnn.. dan lompat [lagi] dari tempat tidur. Jadwal saya adalah mandiin ikan-ikan saya, beresin kamar yang udah kayak kapal pecah dan nyuci baju. Bagusssss, dan semua harus diberesin dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
10.00 am
terdampar di gate 2 bandara Soetta sambil terkantuk-kantuk dan tetap menggenggam novel yang hampir---hampir ending…sambil deg-degan gimana gitu…. finally… terbang…
Take off-landing-take off-landing… thankyouverymuch pak kepala suku… tepar karena rute penerbangan yang ruuaarrr biasa banget setelah Surabaya-makassar-kendari dan finally wakatobi… jet-lag bossss
let’s WAKATOBIIIIIII’s wowww you………. finally, I’ve been there…yippppieee..
gw sodorin foto2nya ajah yah, biar ga diomong HOAX…lol..
Categories
life isn't a suck
April 06, 2012
After Sunday service’s story
Blame me, for neglecting my blog for so long. I lose so much appetizer of words, try to deny all the fact that I’m not a talented writer as I ever dreamt before.. poor me~~~

The other fact that I have to be humble to handle them for entire life maybe.. that I can’t be together with my real beloved-man for every Sunday-service. I’m happy that I’m not alone... yeah, true that my junior-mate face the same relationship-matter as I have. We’ve called us lucky for bearing this situation like this. We made a decision- we’ve going through- we’ve fighting for love- we’ve enjoying every single-things we had now.
Is this a true love-story?? we never know… we keep search for the answer as well…

after sunday service's habit
The other fact that I have to be humble to handle them for entire life maybe.. that I can’t be together with my real beloved-man for every Sunday-service. I’m happy that I’m not alone... yeah, true that my junior-mate face the same relationship-matter as I have. We’ve called us lucky for bearing this situation like this. We made a decision- we’ve going through- we’ve fighting for love- we’ve enjoying every single-things we had now.
Is this a true love-story?? we never know… we keep search for the answer as well…
Categories
life isn't a suck,
me time...
October 05, 2011
meet - break
Jika semua sudah tersurat, kenapa harus menjadi khawatir?
Perjalanan tentang “merasakan” arti hidup.
Tiap momen yang mendewasakan.
Berterimakasih untuk setiap “getaran cinta” yang masih peka terasa.
Menerima setiap kenyataan dengan kelegaan hati. Meski pahit terkadang.
Saya ingat seseorang yang pernah dengan sabar mengajari saya tentang “arti mencintai”.
Total. Penuh.
Sekarang saya baru tau. Paham, sepenuhnya.
Tak ada yang salah dengan mencinta, indah.
Tak pernah terpetakan. Tak pernah terencanakan.
Datang dan memporandakkan hati yang bahagia.
Sempurna.
*song background by Marcell Siahaan – Berhenti Berharap* -truly ga nyambung-
Perjalanan tentang “merasakan” arti hidup.
Tiap momen yang mendewasakan.
Berterimakasih untuk setiap “getaran cinta” yang masih peka terasa.
Menerima setiap kenyataan dengan kelegaan hati. Meski pahit terkadang.
Saya ingat seseorang yang pernah dengan sabar mengajari saya tentang “arti mencintai”.
Total. Penuh.
Sekarang saya baru tau. Paham, sepenuhnya.
Tak ada yang salah dengan mencinta, indah.
Tak pernah terpetakan. Tak pernah terencanakan.
Datang dan memporandakkan hati yang bahagia.
Sempurna.
Saat sadari:
Saya kaku, dia berlalu
*song background by Marcell Siahaan – Berhenti Berharap* -truly ga nyambung-
Categories
me time...
October 03, 2011
drifting...

#day 1 Madidihang 3 15 September 2011
Ini pagi pertama yang di kapal Madidihang, saya mencoba melongok melalui jendela satu-satunya dari kamar saya. Kapal masih labuh jangkar di Tanjung Priok. Rupanya tadi malam kami hanya bergerak dermaga Muara Baru ke tempat pengisian bahan bakar. Sempat saya perhatikan, disisi kanan-kiri kapal, banyak kapal-kapal besar yang juga diam, bergeming. Saya mencoba menikmati tiap detik yang saya lewati di sini. Membayangkan akan tinggal sementara selama 10 hari, membuat akal sehat saya bertekad untuk “betah”. Mengingat kebaikan crew kapal yang menyediakan kamar “VIP” yang mereka punya khusus buat saya. Aduh. Saya sampai ga enak hati kalau nantinya saya cuma bisa teronggok di tempat tidur. Mabok.
Malam yang tidak lelap memang, tapi apa boleh buat saya masih beradaptasi dengan goyangan lembut kapal ini. Bergegas dengan sisa tenaga yang masih ada saya langsung menuju dapur untuk segelas energ*n yang saya butuhkan. Sesempatnya pula saya berjalan mengelilingi kapal, sekedar mengetahui lorong-lorong dan tangga-tangga yang mungkin saya butuhkan untuk melarikan diri.*Yang ini versi naïf nya.
Secangkir energ*n penuh berpindah ke dalam perut. Sepersekian menit terasa nyaman, cuma kepala saya yang tak bisa diajak kompromi. Pusing. Dikuat-kuatin sambil ngetik, tadinya mencoba mengalihkan perhatian untuk menulis. Tekad saya adalah menulis diary selama 10 hari mengambang diatas air. Ternyata ga mudah, dan langsung saya ambil kantong plastik yang sudah disiapkan sejak dari rumah. Saya sukses muntah. Beres. Saya menghempaskan tubuh ke kasur. Stress.
Oke, ide menulis selama layar, GATOT a.k.a GAgal TOTal. Bagooss. Saya ngos-ngosan, tiap kali dipaksa makan oleh Mualim. Mulai dari Mualim yang paling cool, sampe Mualim yang paling peduli, turun tangan. Tetep ajah saya tepar. Puncaknya adalah hari ke 7, ulu hati rasanya sakit banget. Sukses saya minta ampun sama Kapten, minta pulang. What an achievement, instruktur payah. Ok, that’s the fact.
Satu-satunya yang bikin saya betah adalah, crew-nya super baik sekali. Berusaha menghibur, mulai dari bikin lawak, meresmikan saya sebagai anggota baru Genk N*ro, yang di Ketua-I oleh Pak Kamp*s, katanya versi baru –lintas gender-. Hahahahaa, gilakkkkkk…
Selama berlayar, tiap mereka bilang:”Laut meneduhkan, menghilangkan kepenatan”. Tiap kali mereka katanya rindu dengan Laut. Saya mencoba mencerna kata-kata itu. Kenyataannya berbalik dengan apa yang ada dibenak saya. Daratan-macet-mall- panas-berisik-polusi…. Semua itu ternyata telah menjadi “bagian hidup” saya, menyita perhatian saya. Lupa tentan: malam-sepi-bintang-laut-cahaya-sendiri. Saya terlalu sibuk dengan kehidupan sosialista dan pekerjaan yang menjenuhkan. Mereka benar tentang itu.
Dan, satu hal yang akan saya cemburui bila menjadi istri pelaut, bukan tentang dimana dia berada-sedang apa-bersama siapa? Tapi hanya ini, dengarkan. Saya cemburu dengan “laut tenang yang memukau”. Karena dipastikan, saya tak akan pernah mampu bersaing dengan indah-magis-teduh- yang ditawarkan laut. Dan berita bagusnya, saya ga pacaran sama pelaut, hahahhaaa..
Pasca layar yang mendebarkan, saya butuh waktu untuk bisa kembali normal lagi. Tubuh saya masih bereaksi aneh dengan bau tertentu dan merasa kurang nyaman. Lagi-lagi saya memang payah.
Anyway, saya berterimakasih untuk kesempatan ini. Saya banyak mengenali diri saya sendiri. Kami jadi tim yang baik selama 10 hari, that’s great. Dan senangnya, saya juga punya kesempatan mengenal sosok yang ternyata benar-benar mengubah prespektif saya tentang dia, walau sedikitttt, pissssssssss!!! U’re crush me for that second… hahhahaaaa… Freakin’ WEIRDDDDDDDDDDDD… lol
Ok, GONG-nya adalah… I need to regain myself strength by shopping…. Huaahhaaa.. *shoot me, plisss* BANGGG……
Categories
me time...
Subscribe to:
Posts (Atom)








