April 06, 2012

After Sunday service’s story

by uLLy di 11:57 pm 0 komentar
Blame me, for neglecting my blog for so long. I lose so much appetizer of words, try to deny all the fact that I’m not a talented writer as I ever dreamt before.. poor me~~~


after sunday service's habit



The other fact that I have to be humble to handle them for entire life maybe.. that I can’t be together with my real beloved-man for every Sunday-service. I’m happy that I’m not alone... yeah, true that my junior-mate face the same relationship-matter as I have. We’ve called us lucky for bearing this situation like this. We made a decision- we’ve going through- we’ve fighting for love- we’ve enjoying every single-things we had now.



Is this a true love-story?? we never know… we keep search for the answer as well…

October 05, 2011

meet - break

by uLLy di 2:24 am 0 komentar
Jika semua sudah tersurat, kenapa harus menjadi khawatir?
Perjalanan tentang “merasakan” arti hidup.
Tiap momen yang mendewasakan.
Berterimakasih untuk setiap “getaran cinta” yang masih peka terasa.
Menerima setiap kenyataan dengan kelegaan hati. Meski pahit terkadang.

Saya ingat seseorang yang pernah dengan sabar mengajari saya tentang “arti mencintai”.
Total. Penuh.
Sekarang saya baru tau. Paham, sepenuhnya.
Tak ada yang salah dengan mencinta, indah.
Tak pernah terpetakan. Tak pernah terencanakan.
Datang dan memporandakkan hati yang bahagia.
Sempurna.

Saat sadari:
Saya kaku, dia berlalu


*song background by Marcell Siahaan – Berhenti Berharap* -truly ga nyambung-

October 03, 2011

drifting...

by uLLy di 1:12 am 0 komentar


#day 1 Madidihang 3 15 September 2011
Ini pagi pertama yang di kapal Madidihang, saya mencoba melongok melalui jendela satu-satunya dari kamar saya. Kapal masih labuh jangkar di Tanjung Priok. Rupanya tadi malam kami hanya bergerak dermaga Muara Baru ke tempat pengisian bahan bakar. Sempat saya perhatikan, disisi kanan-kiri kapal, banyak kapal-kapal besar yang juga diam, bergeming. Saya mencoba menikmati tiap detik yang saya lewati di sini. Membayangkan akan tinggal sementara selama 10 hari, membuat akal sehat saya bertekad untuk “betah”. Mengingat kebaikan crew kapal yang menyediakan kamar “VIP” yang mereka punya khusus buat saya. Aduh. Saya sampai ga enak hati kalau nantinya saya cuma bisa teronggok di tempat tidur. Mabok.

Malam yang tidak lelap memang, tapi apa boleh buat saya masih beradaptasi dengan goyangan lembut kapal ini. Bergegas dengan sisa tenaga yang masih ada saya langsung menuju dapur untuk segelas energ*n yang saya butuhkan. Sesempatnya pula saya berjalan mengelilingi kapal, sekedar mengetahui lorong-lorong dan tangga-tangga yang mungkin saya butuhkan untuk melarikan diri.*Yang ini versi naïf nya.

Secangkir energ*n penuh berpindah ke dalam perut. Sepersekian menit terasa nyaman, cuma kepala saya yang tak bisa diajak kompromi. Pusing. Dikuat-kuatin sambil ngetik, tadinya mencoba mengalihkan perhatian untuk menulis. Tekad saya adalah menulis diary selama 10 hari mengambang diatas air. Ternyata ga mudah, dan langsung saya ambil kantong plastik yang sudah disiapkan sejak dari rumah. Saya sukses muntah. Beres. Saya menghempaskan tubuh ke kasur. Stress.

Oke, ide menulis selama layar, GATOT a.k.a GAgal TOTal. Bagooss. Saya ngos-ngosan, tiap kali dipaksa makan oleh Mualim. Mulai dari Mualim yang paling cool, sampe Mualim yang paling peduli, turun tangan. Tetep ajah saya tepar. Puncaknya adalah hari ke 7, ulu hati rasanya sakit banget. Sukses saya minta ampun sama Kapten, minta pulang. What an achievement, instruktur payah. Ok, that’s the fact.

Satu-satunya yang bikin saya betah adalah, crew-nya super baik sekali. Berusaha menghibur, mulai dari bikin lawak, meresmikan saya sebagai anggota baru Genk N*ro, yang di Ketua-I oleh Pak Kamp*s, katanya versi baru –lintas gender-. Hahahahaa, gilakkkkkk…

Selama berlayar, tiap mereka bilang:”Laut meneduhkan, menghilangkan kepenatan”. Tiap kali mereka katanya rindu dengan Laut. Saya mencoba mencerna kata-kata itu. Kenyataannya berbalik dengan apa yang ada dibenak saya. Daratan-macet-mall- panas-berisik-polusi…. Semua itu ternyata telah menjadi “bagian hidup” saya, menyita perhatian saya. Lupa tentan: malam-sepi-bintang-laut-cahaya-sendiri. Saya terlalu sibuk dengan kehidupan sosialista dan pekerjaan yang menjenuhkan. Mereka benar tentang itu.

Dan, satu hal yang akan saya cemburui bila menjadi istri pelaut, bukan tentang dimana dia berada-sedang apa-bersama siapa? Tapi hanya ini, dengarkan. Saya cemburu dengan “laut tenang yang memukau”. Karena dipastikan, saya tak akan pernah mampu bersaing dengan indah-magis-teduh- yang ditawarkan laut. Dan berita bagusnya, saya ga pacaran sama pelaut, hahahhaaa..

Pasca layar yang mendebarkan, saya butuh waktu untuk bisa kembali normal lagi. Tubuh saya masih bereaksi aneh dengan bau tertentu dan merasa kurang nyaman. Lagi-lagi saya memang payah.

Anyway, saya berterimakasih untuk kesempatan ini. Saya banyak mengenali diri saya sendiri. Kami jadi tim yang baik selama 10 hari, that’s great. Dan senangnya, saya juga punya kesempatan mengenal sosok yang ternyata benar-benar mengubah prespektif saya tentang dia, walau sedikitttt, pissssssssss!!! U’re crush me for that second… hahhahaaaa… Freakin’ WEIRDDDDDDDDDDDD… lol

Ok, GONG-nya adalah… I need to regain myself strength by shopping…. Huaahhaaa.. *shoot me, plisss* BANGGG……

August 08, 2011

Minggu di bulan agustus...

by uLLy di 9:41 pm 0 komentar
Kembali nulis yang versi curhat edition, soalnya topik sepanjang masa tahun ini, saya deklarasikan saja malam ini.
Di beberapa bulan terakhir ini saya banyak mengalami kejadian yang penting dalam hidup saya.

Bagaimana menata hati saya akibat musibah pencurian yang terjadi, mengikuti sesi pencerahan dari kawan saya ga pernah bosen-bosennya beri semangat sampai-sampai saya bingung membedakan antara ikhlas dengan pasrah.(candaaaaa.. )
Bagaimana di minggu-minggu yang full kegiatan saya disiksa oleh berbagai emosi jiwa yang dengan sangat nyata tergambar dari muka yang semakin mengecil, *kalo saya sebut langs*ng, akan banyak cewek-cewek yang minta resep diet ke saya. Lol

Dan

Bagaimana saya bisa berterimakasih untuk umur yang tak lagi muda dan kesehatan sepanjang masa serta kerja keras yang tak pernah berhenti. And I was happy spending this weekend with watching Korean drama-tv , sleeping beauty and have a quality conversation with mr.W, what a day…!!!

Lemme tell u sumthin’

Beberapa minggu belakangan ini saya kangen berat dengan suasana Busan, for sure that I’ll go there for vacation someday. Dan kesemuanya bermuara pada om Noka yang tiba-tiba nelp saya dan mengatakan sedang ada di rumahnya di depok dan mengajak untuk menyiapkan waktu untuk jumpa fans.. huahhhaaa… rencana indah itu baru terwujud kamis kemaren, ngumpul bareng sama anak-anak perpika lainnya yang kebetulan sedang berlibur dan anak-anak exchange yang pernah tinggal di korea untuk beberapa waktu lamanya. Berhasil ngajak om Don juga, kenalan sama mas Ifa dan mas Riza, yang dari dulu cuma denger namanya doang, lol…

Jumat dan sepanjang malam hampir mendekati waktu sahur, masih teronggok dengan manis di meja rapat yang sempat memberikan efek ngantuk yang luar biasa. Demi STP yang lebih baik kata mereka, dan saya cuma manggut tanda setuju.

Sabtu, dan menghadiri acara pernikahannya Evan dan Anne… senang banget ngeliat mereka berdiri di podium sana. Evan ampe bengong pas liat penampakan saya, hahhaahaa… seandainya ada Hilda.. miss u much my romettt. To AnneVan--- happy marriage life, may God bless ur family, love everlasting each other.
Finally, ketemu sama tante Janti dan si cantik Shada, she’s really cute. Kesempatan juga nyubit-nyubitin si mr.W sambil nunjuk-nunjuk si cantik shada.. hahhaaa.. Dan ada mba Defri yang baru mendarat di Jakarta dan langsung meluncur ke venue, senang deh.

Minggu, tergeletak dengan sangat tidak terhormat di depan TV dan menonton seharian, dan berpura-pura lupa bahwa ada deadline yang menunggu senin pagi ini….

Dan sekarang….

Otak dipaksa melek sampai pagi untuk menyelesaikan semuanya… and thanks God, I love being alone in the dark, like this… aku dan malam, jiwa yang menyatu dalam hentakan detik demi detik.

June 14, 2011

up....

by uLLy di 2:14 pm 0 komentar
UP...

kalo yang aware di dunia per-blogging-an, kata ini ga akan asing lagi lah..
yup, UP merupakan salah satu brand shoe-online yang digawangi oleh Diana Rikasari -blogger jempolan yang sangat meng-inspirasi gw banget, muda-totalitas-punya pacar-kreatif dan kesemuanya mirip ama gw (batuk2 deh lo) cuma terakhir ajah yang gw blom yaitu "engaged" *halahhhhhhhh*

UP...

belakangan ini kata ini sangat membantu gw menghadapi situasi yang gw rasa sangat berat,pelik dan sulit.
memilih diantara kenyataan dan khayalan gw...
kadang emosi berderap-derap minta diluapkan,
kadang hanya tertawa miris kala hati tak sepenuhnya menerima.

UP...

gw udah, lo kapan???

March 14, 2011

Indonesia dan dua bulan yang membingungkan…

by uLLy di 1:34 pm 0 komentar


Dalam hitungan waktu, harusnya saya sedang mempersiapkan perlengkapan saya
menjelang wisuda esok hari.
Tapi apa daya, saya malah dihadapkan dengan segala ketidakpastian, keragu-raguan,
dan sebagian dari pepesan kosong tentang mimpi di negeri ini.
Saya tidak bisa bergabung dengan dua sahabat saya Hilda Park dan Byul Nim,
yang masing-masing akan merayakan pencapaian
masing-masing sebagai sarjana dan mahasiswa S2.
Selamat untuk mereka.

Kalo beberapa hari yang lalu saya menyampah di twitter,
yang katanya sesepuh di korea sana saya sedang mengalami kekecewaan yang mendalam,
saya katakan lebih jelas lagi: ini justru bentuk keprihatinan yang mendalam.

Kalau kata lelaki saya, banyak kali orang kita masih mengidap penyakit
: mental yang belum siap.
Belum siap secara terbuka menerima perubahan bahwa manusia mulai beralih
dari yang tadinya mengejar pencapaian kesuksesan dalam finansial,
kini belajar untuk menemukan “passion” + “purpose” = life
saya sedang mengejar passion saya itu.

Indonesia dan saya yang sedang kebingungan dengan kehidupan di negara ini,
ketidakmampuan saya membayangkan seperti apa negara ini 40 tahun yang akan datang,
bukan bagaimana negara ini 40 tahun yang lalu….
Ketidakmampuan saya menguraikan “beban sosial”
Yang mengukur suksesnya pencapaian hidup berdasarkan “angka materi” fantastis yang terkumpul

Saya hampir terjebak ditengah misi dan visi hidup saya
Membuat saya harus berhenti sebentar, menghela nafas dalam

Kata sahabat saya di kantor, “kamu orang yang ga pernah mau menyerah, Li”
Saat saya pernah berkesah, “saya ingin berehat sejenak, Nug!”
Ah, lagi-lagi saya diberi celah untuk mulai memanaskan mesin otak saya.

Kadang saya benci dengan paham idealis saya,
Terjebak mirip kisah John Rock-si penemu pil KB
Terjerumus gagasan “alami” tadi
Terdorong oleh hati nurani yang terdalam
Rasanya saya ingin kembali ke titik nol lagi
Menemukan kekuatan penuh untuk mewujudkan mimpi saya
Seperti dulu: di atas pesawat Korean Air, dini hari dalam penerbangan ke Busan
 

relax-breathe-smile Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei